Teraman & Terbaik Di Indonesia

Author: Stephen Rivera (page 3 of 6)

Berbagi Walau Sedikit: Bincang Santai dengan Orang tua Siswa dalam Pendampingan Pembelajaran Daring

Alih bentuk evaluasi secara daring pasti bukan hal yang gampang dan tidak seluruhnya pelaku mempunyai persiapan itu. Hingga memerlukan banyak penyesuaian-penyesuaian baru. Seringkali keadaan ini lah yang munculkan masalah baik dari permasalahan tehnis atau proses evaluasi.

Usaha yang dilaksanakan untuk menolong menangani permasalahan yang terjadi salah satunya dengan lakukan pengiringan belajar secara daring yang disebut sisi wujud dari dedikasi pada warga. Wabah Covid-19 dikerjakan aktivitas dedikasi dengan mengusung topik penjagaan dan pengendalian imbas Covid-19. Adapun program yang dijajakan ialah penjagaan dan pengendalian imbas Covid-19 dalam sektor pengajaran dan ekonomi.

Program pengiringan orangtua murid dikerjakan lewat group WhatsApp dengan sistem share dan dialog berkenaan kesusahan sepanjang mengikuti anak- anak belajar dalam rumah. Saat berunding beberapa jawaban orangtua berkenaan masalah mengikuti anak belajar dalam rumah rerata menjelaskan jika kesusahan dalam pahami materi dan disiplin dalam belajar jadi menurun ‘agak rileks ya’..

“Susah pahami materi buat diterangkan balik ke anak terutamanya matematika”

“Masalah nya terkadang senang gak konsentrasi dalam belajar… walau materi telah diberi bu guru.. jadi belajar nya sama seperti yang rileks begitu kak…”

Disamping itu salah seseorang tua ikut memberi jawaban..

“Alhamdulillah… Anakku selalu semangat dalam belajar terkecuali jika materi nya tidak dapat dipahami..”

Sesudah ketahui masalah yang ditemui, dialog di lanjut kan dengan pertanyaan motivation yang diberi beberapa bunda dalam menangani masalah barusan.

“Harus dikasih pemahaman jika yang diminta bu guru bila tidak ditangani tidak mendapatkan nilai”

“Memberi motivasi jika jika tidak belajar akan ketinggal pelajaran.. gak naik kelas.”

Menyaksikan keaktifan beberapa ibu dalam pengiringan diteruskan, penulis share beberapa panduan untuk mengikuti anak supaya disiplin belajar dalam rumah.

Aktivitas ini memperoleh tanggapan yang positif dari beberapa ibu yang mengikut pengiringan. Ini nampak saat penutupan aktivitas pengiringan dan group WhatsApp disudahi dengan perkataan terima kasih dari beberapa ibu.

“Terima kasih atas panduan nya kak. Insyaallah benar-benar menolong dan berguna dalam soal pjj ini.”

“Hatur nuhun kak.”

“Terima kasih kak Trivani ayam populer di asia.”

Pencapaian Superreceh Selama Pandemi

Dahulu saya punyai buku saku yang kubuat sendiri dari kertas sisa di warung Mamak. Antara buku sisa yang dipasarkan orang ke warung, umumnya ada buku catat yang masih belum terpakai semuanya. Jadi bisa digunakan saat sebelum jadi buntel cabai atau belanjaan lain yang berada di beberapa negara ya.

Semenjak SMP, kerap orang menduga saya tidak mampu membeli buku, karena sering gunakan buku sisa. Walau sebenarnya saya berasa sayang menyaksikan kertas/buku yang kosong disia-siakan. Apa lagi jika tahu untuk bikin buku, diperlukan banyak pohon dan air.

Apa lagi saya tipikal orang yang jarang-jarang make up, tidak dapat ganti-ganti sepatu/tas, jarang-jarang membeli pakaian. Dahlah, gantenggnya memberikan dukungan sekali untuk dipandang miskin.

Jadi sesudah cukup dewasa, malu kan dicela gembel. Karena itu kertas-kertas tersisa itu kukreasikan demikian rupa jadi buku kecil yang muat bila dimasukkan pada saku jaket. Covernya elok, photo close-up pemiliknya yang diciptakan di kertas glossy. Tentu saja difilter dahulu!

Saat menyaksikan buku saku itu, orang akan bergumam, “inovatif!” bukannya mengasihani sekalian ngomong “kismin,” walau dalam hati.

Simak juga: Untung Rugi Menulis Buku Harian

Peranan buku saku itu untuk menulis gagasan yang mendadak tampil, sedang saya tidak pada saat yang pas untuk menulis. Biasanya diperjalanan, di kantor, atau beberapa tempat yang lain tidak mungkin untuk menuntaskan tulisan.

Nanti, gagasan pada buku saku akan kukembangkan saat keadaan dan keadaannya memberikan dukungan. Berapakah % dari catatan itu yang usai jadi tulisan utuh? Terbanyak 25 %, alias seperempatnya. Ngenes.

Percuma mengirit air dan pohon, percuma mengubah photo. Hasilnya tidak sampai setengah.

Selanjutnya bermunculanlah penyimpanan awan seperti Google Drive, Evernote, dan lain-lain. Awalnya saya sering simpan file melalui surel, taruh di folder dan draft. Saat ini ada juga Google Keep dan lain-lain yang semakin komplet tetapi sederhana.

Automatis saya tidak perlu kembali membuat buku saku. Kembali juga warungnya juga tidak ada, aku juga tidak lagi pegawai kantor yang punyai kertas-kertas salah bikin. Suamiku malas membawa catatan saat khutbah, nikmat gunakan tablet.

Di Ujung Jembatan, Kau Mengenang Kehidupan Seminari

Sekarang ini kau ingin keluar dari kehidupan membiara, karena telah tidak nyaman dengan ritmenya. Tetapi besok dan lusa, saat kau memandang senja di ujung jembatan, kau akan merengkuh irama-irama kenangan yang sudah keluar dari kehidupanmu. Teman, begitu berharganya kau dididik dalam Seminari. Tidak seperti saya yang rindukan status kamu, bila andaikan kita berganti status. [/H3]

Biasanya, kita menyaksikan apa yang dilaksanakan oleh seseorang bagus sekali, bagus dan lebih bagus dari kehidupan kita. Tetapi, belum pasti jadi sama, jika kita mempunyai peluang untuk menjaringninya.

Kehidupan seorang Seminaris (Frater) dalam Biara benar-benar dimanja dalam semua suatu hal.sebuah hal. Sarana peningkatan kreasi ada. Lantas, apa sebagai rintangan paling berat untuk beberapa Frater jalani kesehariannya? Pasti, permasalahan ini akan bersumber pada terasa nyaman.

Terasa nyaman ialah keperluan tiap orang yang tidak dapat diganti dengan materi. Memang, hidup tanpa materi akan mengundang banyak masalah hidup. Tetapi, lebih jauhnya, ada satu perihal yang masih belum dirasa oleh tiap orang, yaitu rasa sukur.

Ada orang yang kelimpahan materi, tetapi selalu berasa kekurangan kasih, perhatian dan saat yang bernilai bersama beberapa orang tersayang. Tetapi, ada pula yang kekurangan materi, tetapi selalu dilimpahi keluarga yang bagus, kasih dan perhatian dari beberapa orang paling dekatnya. Berikut seni kehidupan yang masih belum seluruh orang nikmati ritmenya.

Irama kehidupan seorang seminaris (Frater) lebih kurang seperti fotoan di atas. Hidup berasa berat jika tiap hari cuman didampingi dengan pembekalan hidup, buku bacaan, berdoa, menyanyi, berunding, share, dan lain-lain. Ada yang jalani kehidupan membiara (Frater), seperti; pohon beringin. Ke mana angin bertiup, dia juga mengikut. Di mana terdapat orang ketawa dan tersenyum, dia turut ketawa dan tersenyum.

Ada juga, yang hidupnya datar, biasa saja. Di antara hidup atau mati. Tanpa seorang juga yang mengetahui. Kecuali Si Pengada.

Seiring waktu berjalan, ada kangen untuk mengulang kebersama-samaan dalam Seminari. Apa lagi, tiap sore di ujung jembatan ada senja di tengah-tengah perairan. Lantas, tebersitlah kenangan nikmati ritme-ritme kehidupan Seminari.

Uniknya Rezeki Setiap Penulis

Rejeki tidak cuma berbentuk materi. Semakin lebih dibanding itu ialah kesehatan, rekanan yang menembusi sekat-sekat sosial, dan hidup seorang penulis jadi berarti. Entahlah berarti untuk diri kita, orang-tua, lingkungan dan negara.

Okelah saya tidak paham, apa di adegan aksara ini, tulisan saya terhitung sharing, share atau sebatas share motivasi untuk rekanan penulis di penjuru mana saja.

Saya bukan penulis sekaliber Pramoedya Ananta Toer, Andrea Hirata, Khrisna Pabichara, lalu penulis Bestseller Internasional Yuval Noah Harari, Paulo Coelho, Jostein Gaarder, Filsuf Hannah Arendt, Jurgen Habermas, dan penulis-penulis saluran Feminis di penjuru dunia mana saja. Tetapi saya ialah seorang pencinta aksara yang jauh dari kesempurnaan dalam membenahi topik, frame dan pilihan kata. Seperti yang diberikan oleh Pak Khrisna Pabichara.

Rejeki seorang penulis ialah saat hasil kreasinya memberi imbas positif dan faedah untuk beberapa pembaca. Imbas positif dan faedah yang didapat oleh pembaca tidak didiamkan cuman berdengung dalam dirinya.

Tetapi, pembaca akan sendirinya memberitahu apa yang dibacanya ke rekanan, teman dekat, kenalan, posting di media sosialnya. Terbentuklah pasar untuk penulis sendiri. Pemasaran juga tersambungsi di antara penulis dan pembaca. Rejeki berbentuk beberapa pundi uang juga mengucur ke rekening penulis.

Perlahan tetapi tentu, rejeki penulis selalu memenuhi keperluannya tiap hari. Ya, minimum makan minum dan bermacam cemilan. Sukur-sukur, rejeki yang semakin bertambah, bersamaan dengan pasar pasar yang telah tersambungsi dengan penulis.

Apa yang saya ucapkan di atas ialah pergi dari kenyataan saya dalam nikmati secuil rejeki hasil dari kreasi novel saya, yaitu “Terjerat dan Superego.” Ke-2 novel saya tidak dan – merta memberi rejeki yang melimpah, tetapi ada selalu rejeki tiap hari. Puji Tuhan.

Disamping itu, rekanan saya menembusi sekat-sekat sosial. Ya, semuanya saya peroleh lewat ke-2 kreasi novel saya.

Menarik dan benar-benar inspiratif apa yang dicatat oleh Pak Khrisna Pabichara, Hari Pertama 2021, Tidak boleh Malu Jadi Penulis. Adrenalin saya menggelora, disaat membaca artikel yang di atas. Penjelasan yang canggih dan penuh irama inspiratif dalam tiap aksara. Terima kasih Pak Khrisna yang selalu berikan motivasi dan memberikan inspirasi untuk selalu menulis.

Teman sebagai penutup saya mencuplik salah satunya qoutes dari penulis favorite saya, Pramoedya Ananta Toer,”Kalian bisa maju dalam pelajaran, kemungkinan capai jejeran gelar kesarjanaan apa, tetapi tanpa menyukai Sastra, kalian tinggal cuman hewan yang pintar.”

Kenaikan Harga Bahan Pokok Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Dunia sekarang ini tengah hadapi wabah yang disebabkan karena SARS-CoV-2 (virus Corona) dan infeksinya yang disebutkan COVID-19. Infeksi virus ini awalannya diketemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019 dan sudah menebar secara cepat ke bermacam penjuru dunia. Berdasar data yang dikutip dari Satuan tugas COVID-19, tertanggal 21 April 2020, telah terverifikasi jika COVID-19 sudah mengontaminasi 6760 orang di Indonesia dengan angka kematian sejumlah 590 orang dan 747 orang dipastikan sudah sukses pulih.

Semenjak menyebar di China Desember lalu sampai saat ini, virus corona sudah mengontaminasi lebih dari 110.000 orang dengan pasien wafat capai lebih dari 3.600 orang di lebih 80 negara di seluruh dunia.

Wabah covid-19 benar-benar memengaruhi ekonomi masayarakat indonesia di tahun 2020 di mana hal itu bisa memunculkan beberapa kerugian untuk tiap orang. Saik untuk warga kelompok menengah kebawah atau warga kelompok menengah keatas.

Laporan Tubuh Pusat Statistik (BPS) Agustus ini menyebutkan jika perkembangan perekonomian Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 %. Awalnya, pada kuartal I 2020, BPS memberikan laporan jika perkembangan perekonomian Indonesia cuman. Stumbuh sejumlah 2,97 %, jauh turun dari perkembangan sejumlah 5,02 % pada masa yang serupa 2019 kemarin.

Seterusnya, pengubahan sosial di tengah-tengah wabah Covid-19 sudah melahirkan rutinitas-kebiasaan. Sbaru berbentuk berlangsungnya pengubahan sikap sosial. Swarga dalam bermacam faktor kehidupan.

Dalam perubahannya, memberi respon keadaan kritis karena Covid-19, pemerintahan selanjutnya mengaplikasikan peraturan yang dikatakan sebagai kenormalan baru (new normal). Pasti, bermacam peraturan yang dibuat akan berimplikasi langsung pada semua wujud pengubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat

Kambing Hitam

Ekonomi konstan dan Maksimal saat sebelum ada Wabah ialah idaman seluruh orang, beberapa orang kecil kesusahan cari rezeki untuk tetap bertahan hidup, memberikan nafkah keluarga dan dirinya.

Menurut Tirto.id- Ketua Umum Kamar dagang dan industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani mengutarakan Wabah covid-19 semenjak Maret dari Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia ada 30 juta UMKM mikro yang tutup pada periode wabah dan ada seputar 19 ribu pegawai alami penghentian hubungan kerja (PHK).

Saya adalah salah satunya Mahasiswi program study Tehnik dengan Fakultas Tehnik Elektro, Kampus 17 Agustus 1945 Surabaya. Saya di dampingi oleh salah satunya DPL dari barisan R-25 yang namanya Febby Rahmatullah Masruchin, ST., MT. Lewat program KKN ini perbaikan perekonomian di dusun saya labuhan kecamatan brondong lamongan. Aktivitas KKN online ini dilaksanakan sepanjang 12 hari dengan saya pilih untuk topik perbaikan perekonomian dengan topik Rebranding Paket UKM Ikan Asin Dengan Sistem Pemasaran Online

dengan membuat branding paket ikan asin, ada juga langkah bagaimanakah cara mempromokan produk sehari-harinya di media sosial.

Program kerja yang saya kerjakan dilaksanakan secara off line dengan bertandang ke partner ukm ikan asin ibu munir, menerangkan pemahaman makna branding paket pada ukm ikan asinya dan pasarkan lewat media online dan marketplace, dan lakukan lewat cara online bertanya mengenai perubahan usaha sesudah dilaksanakan marketing lewat media.

“Sesudah dilaksanakan jualan. online dan ditokopedia banyak perubahan yang terjadi banyak mulai. SyanSg menanyakan mengenai produk ikan asin nya ada berapakah variasi. Sdan dapat diirim keluar kota apa tidak” tutur pemilik UKM Ikan Asin yakni Ibu Munir

Warga menyongsong dan memberi respon positif dengan aktivitas itu. Sebagai wujud implikasi. Sdari salah satunya Dedikasi pada warga., keterkaitan dan perannya. Swarga kesemua program kerja yang dilaksanakan adalah sisi dari usaha optimalisasi ekonomi di periode saat wabah covid 19.

Aktivitas ini terselenggara karena kerja sama warga dilingkungan Dusun Labuhan. Warga diinginkan bisa meresap pengetahuan yang sudah diberi. Sdan diinginkan bisa menolong peSngetahuan warga mengenai usaha optimalisasi ekonomi pada. Speriode pasa wabah covid-19 hingga bisa diterapkan untuk usaha mereka diri kita, keluarga, dan warga luas.

Mahasiswa Untag Surabaya Melakukan Edukasi Masker di Masa New Normal

Dilakukan aktivitas KKN (kuliah kerja riil) berdikari namanya Husaen Imadudin Malik (22), salah satunya Mahasiswa Jalur Ekonomi di Kampus 17 Agustus 1945 Surabaya di bawah tuntunan Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN yaitu Dr. Dra. Tries Ellia Sandari, MM., CMA yang ada di Perumahan Palem Pertiwi RT 15 / RW 06 kecamatan Menganti kabupaten Gresik lakukan publikasi pemakaian masker yang benar dan baik ke warga seputar RT 15 RW 06 Perumahan Palem Pertiwi. Husaen mengutarakan jika warga seputar kurang demikian perduli mengenai memakai masker di luar atau di saat berkerubung.

“Saya menyaksikan jika warga di lingkungan sekitar saya kurang demikian patuh pada memakai masker baik di saat di luar rumah atau pada ketika berada acara kumpul jadi saya memiliki inisiatif untuk memberi edukasi dan publikasi. Smengenai bagaimanakah cara memakai masker yang benar dan baik”. tutur Husaen.

Menyosialisasikan masker yang bagus dan langkah pemakaiannya.-Dok Individu

Publikasi pemakaian masker tidak cuman dilaksanakan pada ketika berada keramaian namun lakukan. Spublikasi dengan door to door ke beberapa rumah masyarakat seputar atau saat ada warga yang melalui.

“Awalannya saya ya tidak mengikut informasi jadi saya tidak paham bagaimana masker yang benar dan baik namun di saat Anda mas Husen menyosialisasikan bagaimanakah cara memakai masker yang benar dan baik lalu beberapa ciri masker yang bagus dipakai apa itu saja saya jadi pahami. Smemakai masker yang seperti standard” tutur mas Azis masyarakat seputar.

Tidak cuman masyarakat seputar yang menyongsong hangat KKN yang dikerjakan di seputar. Srt 15 RW 6 Palem Pertiwi, pak Eman sebagai Ketua RT 15 ikut menyongsong KKN UNTAG. “saya berasa suka dan tercipta atas proker mahasiswa Untag yang dikerjakan di seputar RT 15 dimulai dari menyosialisasikan. Spemakaian masker yang benar dan baik atau door to door menolong masyarakat. Sseputar yang kurang sanggup dengan memberi sepaket sembako. Ssaya mengharap adanya publikasi ini buka wacana masyarakat seputar supaya selalu memakai masker yang benar dan baik”. Katanya

Penulis, Husaen I M, Mahasiswa UNTAG Surabaya

PMM 21 UMM Pastikan Warga Dusun Ngrangin Memakai Masker

Kemesraan antar teman dekat akan berbuntut pada pemecahan, jika status teman dekat telah ada pada ujung karier. Kadang, pendatang baru (Fresh Graduate), dipandang seperti saingan di pada lingkungan kerja. Apa lagi, Fresh Graduate sama dengan dinamis, cepat menyesuaikan, dan cekatan.

Tendensi manuver tidak cuma berada di dunia Politik. Tetapi dalam sektor apa saja. Khususnya di lingkungan kerja. Lingkungan kerja ialah sarang tumbuh – kembang kecemburuan sosial, ajaran kedengkian, rumor SARA, minoritas dan sebagian besar.

Profesionalitas ialah slogan di dunia kerja. Karena kodrat manusia ialah binatang yang berpikiran budi. Hmmm,, saya berharap, anda tidak boleh meliarkan pemikiran mengenai binatang berpikiran budi, ya.

Bagaimana juga, kita mempunyai jiwa binatang. Jiwa binatang itu akan ada, saat kita telah ada pada ujung keruntuhan, periode pensiun, perubahan kedudukan, dan lain-lain. Kecondongan jiwa binatang kita akan nampak terang, dengan melihat teman dekat sebagai lawan atau musuh. Karena itu, jiwa binatang akan menggerakkan kita untuk menghalalkan semua langkah, untuk singkirkan teman dekat kita di pada lingkungan kerja.

Dalam tuntunan kepribadian sosial, menghalalkan semua langkah untuk capai arah tertentu ialah hal yang tidak manusiawi. Saya percaya tuntunan kepribadian ini akan berkaitan sampai kapan saja.

Okey, don’t worry ( Tidak boleh cemas)! Karena penyesalan, kecemasan cuman akan menambahkan beban batin. Nah, saya pikir tehnik ini dapat dipakai oleh siapa saja, yang pernah atau pernah sakiti, singkirkan teman dekatnya dalam lingkungan kerja. Karena jiwa binatang (keegoisan) untuk menjaga kedudukan atau status tertentu dalam hirarki Perusahaan.
[H3] Tidak boleh Menebarkan Fitnah dan Isu [/H3]

Lifestyle.Kompas.com;

umumnya pegawai, jika tidak senang dengan partnernya, akan gampang membuat isu dan fitnah. Maksudnya tidak lain cuman untuk memberi rasa ketaknyamanan untuk partnernya. Langkah ini umumnya sukses singkirkan rekanan kerjanya.

Tidak boleh mencemari rekanan pertemanan dengan isu dan fitnah. Disamping itu, hukum kausalitas semesta (sebab-akibat) akan berlaku untuk kamu yang menyukai bergosip dan mencelakakan rekanan kerja.

Jika tidak ingin terima hukum kausalitas, karena itu jangan mencoba-coba untuk mencelakakan dan bergosip rekanan kerja.
[H3] Sadar Diri jika Semua Suatu hal Tidak Kekal [/H3]

Tahan Ego, Nikmati Profesi, Menjemput Aurora

Runtutan tekad temani adrenalin kita untuk memburu suatu hal yang lebih serta lebih, dibanding seseorang. Kita beranggap, makin banyak sektor yang kita kuasai, kebahagiaan akan makin merapat. Oh, rupanya, imajinasi selalu bertentangan dengan kenyataan. Sakit, stres, stress, berpengaruh pada cinta yang gagal di depan Aurora yang berada di neraca.

Aurora berawal dari bahasa Italia, yaitu Matahari. Nama Aurora pertama kalinya saya dengar pada saat mengikut salah satunya seminar di Kota Malang. Pembicara khusus ialah Rektor dari Kampus Gregoriana Roma.

Dari beberapa materi, cuman satu kata yang nyatol di pikiran saya, yaitu nama Aurora. Pasti jiwa muda yang mempunyai rasa ingin tahu, langsung berseluncur di dunia Google untuk cari nama Aurora. Pas, mbak Google memberikan dengan cermat, jika Aurora bermakna matahari. Matahari selalu pancarkan sinar.

Nikmati Aurora. Sumber; Pixabay Sinar karier akan terbenam, bersama-sama dengan ego yang tidak dikontrol dalam kuasai semua sektor pekerjaan. Memang tidak ada permasalahan, jika mereka yang masih belum mendapati karier selalu berusaha untuk cari kesesuaian seperti spirit. Khususnya untuk mahasiswa.

Tetapi lain narasi sama mereka yang produktif atau sekarang ini sedang bekerja di salah satunya sektor karier, lalu ego menggerakkan untuk kuasai semua sektor. Dan usai pada penyesalan. Karena, tanpa waktu untuk mereka untuk jemput Aurora.

Bujukan akan ada untuk beralih ke lain pelabuhan. Apa lagi jalani karier di era 21. Tehnologi sudah menganakemaskan kita untuk beralih ke lain pelabuhan. Makin lama, kita akan bersinggungan dengan pelapukan semangat di bagian pekerjaan lama. Karena iming-iming di karier yang baru paling prospektif. Fakta tidak seindah dan seromantis imajinasi persuasif di dunia iklan yang kita saksikan di TV, teman.

Tahan ego, cicipi karier, jemput Aurora. Meredam ego untuk kepuasan semu, konsentrasi pada karier yang ditekuni, pasti rejeki akan ada. Karena itu, kita akan berlarian untuk memburu matahari, seperti judul lagu, Bang Ari Lasso, “Memburu Matahari.”

Salam Aurora dari angkatan tepian RI — Timor Leste.

Profesi Apapun, Berada di Bawah Pemilik Modal dan Pengelola Konten Digital

Pencinta customer selalu runduk pada pemilik modal. Seirama penulis atau kontribusi harus runduk pada pengurus Media atau Basis Digital yang berada di negara indo benar-benar populer ya gy ayuk sini

Bila pemilik modal inginkan A, ya, sebagai pencinta kita harus runduk dan mengikut prosesnya. Seirama, saat kita bertamu di dalam rumah orang, kita harus mengikut ketentuan yang berjalan dalam keluarga itu. Tidakkah, demikian teman?

Memang, kita selalu inginkan suatu hal yang lebih, lebih serta lebih. Lantas, usai pada sakit hati. Alamak, kita telah diberi hati, justru kita ingin meminta jantung orang yang telah memuat kita. Istilah kasar demikian teman.

Pemilik media apa saja tentu runduk pada pemilik modal. Apa lagi, kita sebagai kontribusi di salah satunya Basis atau media. Ya, suka-suka pemilik media atau content lah! Kan, pemilik absolut ada di tangan pengurus content. So, cicipilah nadi dari paket aksara sepanjang kita ada di salah satunya Media atau Basis Digital.

Ini tidak menolak, bahwasan saya berlagak suci, cari perhatian ke salah satunya pemilik Media atau Content, untuk cari reputasi tertentu. Teman, saya dan kamu memang tidak pernah senang dengan yang selalu tersaji di muka mata kita tiap hari. Tetapi, dibanding kita sakit hati, mendingan kita happy-happy, saja kan?

Kata orang arif, menulis ialah fasilitas untuk share kebaikan ke sama-sama. Hmmm, rupanya tulisan kita masih dan ada selalu suara provokatif. Hehehe. Teman, silahkan stop membaca artikel ini, dibanding kamu jengkel dengan saya! Saya juga tidak nyaman, rekanan yang telah lama kita bangun, perlahan akan dikikis oleh hati sakit hati kamu, loh.

Amit-amit, dech, kamu membenci saya. Awas, tahan emosi, dibanding gula darah semakin bertambah! Kabuuuuuuuuur.

“Saya melawan, karena Saya ada.” (Filsuf Albert Camus).

Kurang lebih untuk memvisualisasikan keadaan, disposisi batin kita sekarang ini, seperti pernyataan dari Filsuf Albert Camus di atas.

Ya, ingin bagaimana kembali, teman? Toh, apa saja keputusan dari pemilik Media atau Content, pergi dari kenyataan yang tersaji di atas lapangan.

error: Content is protected !!