Dunia sekarang ini tengah hadapi wabah yang disebabkan karena SARS-CoV-2 (virus Corona) dan infeksinya yang disebutkan COVID-19. Infeksi virus ini awalannya diketemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019 dan sudah menebar secara cepat ke bermacam penjuru dunia. Berdasar data yang dikutip dari Satuan tugas COVID-19, tertanggal 21 April 2020, telah terverifikasi jika COVID-19 sudah mengontaminasi 6760 orang di Indonesia dengan angka kematian sejumlah 590 orang dan 747 orang dipastikan sudah sukses pulih.

Semenjak menyebar di China Desember lalu sampai saat ini, virus corona sudah mengontaminasi lebih dari 110.000 orang dengan pasien wafat capai lebih dari 3.600 orang di lebih 80 negara di seluruh dunia.

Wabah covid-19 benar-benar memengaruhi ekonomi masayarakat indonesia di tahun 2020 di mana hal itu bisa memunculkan beberapa kerugian untuk tiap orang. Saik untuk warga kelompok menengah kebawah atau warga kelompok menengah keatas.

Laporan Tubuh Pusat Statistik (BPS) Agustus ini menyebutkan jika perkembangan perekonomian Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 %. Awalnya, pada kuartal I 2020, BPS memberikan laporan jika perkembangan perekonomian Indonesia cuman. Stumbuh sejumlah 2,97 %, jauh turun dari perkembangan sejumlah 5,02 % pada masa yang serupa 2019 kemarin.

Seterusnya, pengubahan sosial di tengah-tengah wabah Covid-19 sudah melahirkan rutinitas-kebiasaan. Sbaru berbentuk berlangsungnya pengubahan sikap sosial. Swarga dalam bermacam faktor kehidupan.

Dalam perubahannya, memberi respon keadaan kritis karena Covid-19, pemerintahan selanjutnya mengaplikasikan peraturan yang dikatakan sebagai kenormalan baru (new normal). Pasti, bermacam peraturan yang dibuat akan berimplikasi langsung pada semua wujud pengubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat