Situs Online Terpercaya

Teraman & Terbaik Di Indonesia

Archives (page 2 of 6)

“Mashrabiya” Melambangkan Tipe Bangunan yang Terdapat Kerukunan Antara Palestina dan Israel

Rumah Mashrabiya yang berada di dusun Arab Palestina Beit Safafa di antara Yerusalem dan Bethlehem. Rumah ini direncanakan sebagai pengartian ulangi kontemporer dari komponen tradisionil arsitektur venakular Arab, sekalian memberi jalan keluar baru dan imajinatif untuk mengganti lanscape sosial dan budaya dusun di tingkat zaman urbanisasi.

Konsep teras dan dinding sebagai tiang, salah satunya feature paling ciri khas dari lanscape Arab tradisionil, dipungut untuk plot bangunan miring yang terjal, membuat ‘tanah lanskap’ yang memiliki penghuni di Yerusalem.

Ruangan bawah tanah tersebut dibuat di lereng bukit membuat basis berlapis batu besar seperti dek dengan halaman cengkung sebagai sumur sinar. Dek ini memuat bengkel, studio dan galeri dan karena itu pisahkan peranan kerja dan ruang umum. Disamping belakang plot, basis ini terlipat jadi dinding penahan berlapis batu yang bisa memuat beberapa apartemen.

Amit giron photograps

Tanah berlanskap membuat pentas tempat bangunan tersebut berdiri. Beratnya tanah dikontraskan dengan entengnya susunan vertikal.

Dampak mengambang diraih lewat interpretasi inovatif dari “Mashrabiya” Arab, monitor jendela berkisi yang secara tradisionil membuat tingkat batasan di antara ruangan individu dan Ruangan tamu. Di sini, monitor kayu diimajinasikan kembali berbentuk selubung batu bertaraf besar yang melingkari bangunan, memadankan pola “Mashrabiya” dengan batu.

Dampak semi-transparan uniknya dengan menempatkan batu sedikit terpisah, dalam jarak yang tidak teratur, membuat dampak enteng dan keropos. Selubung batu yang dibuat secara sistematis dipisah oleh sela sempit dari bangunan apartemen yang sesungguhnya ada di belakang. Pengaturan pintu lubang kecil dan besar yang membahagiakan memberi panorama dari interior ke lanscape sekalian jaga privacy mereka dengan berhati-hati.

Ide ruangan outdoor dalam dan di seputar rumah sama ada pada keunikan yang pada pada komponen tradisionil. Arab sekalian mengutamakan di bagian resmi dan material kontemporer.

Halaman yang ditinggikan di antara dinding penahan belakang dan “The Mashrabiya” mengingati pada hosh. Stradisionil sedang “Mashrabiya” pada bagian atas bangunan jadi ‘dinding taman’ untuk taman di atas atap mengikut pola ‘Bustan’ yang tertutup. Staman sebagai tempat terlindungi ketenangan dan privacy.

Teluk Asmara Pesona Raja Ampat Kota Malang

Kecuali menulis mimpi saya ialah menelusuri beberapa tempat rekreasi yang berada di Nusantara. Dimulai dari Pulau Flores, Lombok, Bali, Papua, Kalimantan, dan dataran Jawa. Yang memikat untuk saya ialah nikmati Pantai Teluk Cinta.

Gerbang masuk Pantai Teluk Cinta. Sumber; Document Individu

Saat sebelum nikmati daya tarik Raja Ampat kota Malang, saya berswafoto di pintu masuk. Sebatas memandang keelokan alam yang paling mengagumkan. Pantai Teluk Cinta sama dengan Raja Ampat Papua. Kenapa? Karena panoramanya sama keelokan di Raja Ampat Papua.

Daya tarik Pantai Teluk Cinta jika diambil photo dari pucuk. Sumber; Document Individu

Sepanjang mata melihat, ada kemampuan maha hebat yang tersembul, dibalik beberapa pulau kecil yang mempunyai nuansa Raja Ampat, Pantai Teluk Cinta. Yang jelas saya tidak mengulas asal mula penamaan Teluk Asrama. Karena waktu itu, saya tidak didampingi oleh Tur Guide.

Seberkas cahaya mentari menghipnotis saya antara hijaunya beberapa pulau kecil yang berjejeran menekan pantai Teluk Cinta. Air laut yang jernih, semakin memikat birahiku untuk selekasnya menikmatinya.

Mendokumentasikan peristiwa cara ini dengan swafoto. Sumber; Document Individu

Peristiwa cara semacam ini tidak saya terlewat. Saya pilih untuk mendokumentasikannya berbentuk swafoto. Karena untuk saya, photo ialah dokumentasi yang tidak dapat ditipu oleh jaman. Saya berasa mujur, karena peristiwa cara ini tidak dapat dinikmatin oleh seluruh orang.

Sesudah senang nikmati pemandangan cantik dan sejuknya Pantai Teluk Cinta, saya berseluncur ke dunia imajinasi. Imajinasi sudah temani saya untuk berkomunikasi dengan semesta Pantai Teluk Cinta. Sambil, saya mengangsu ide dari sehari-harinya yang menjemukan antara bentangan beberapa pulau kecil yang terhampar dari arah Timur ke Barat, lalu dari Selatan ke Utara. Benar-benar mengagumkan panoramanya.

Pemandangan cantiknya Pantai Teluk Cinta makin menambahkan kesayangan saya pada kekayaan alam Nusantara yang semakin hari benar-benar mengkhawatirkan. Karena, sampah plastik yang semakin menjalar di tepi Pantai.

Justice, Peace, Integrity of Creation (JPIC) Suku Timor Dawan dalam Tradisi Lol Ton (Penyembahan Kepada Semesta)

Suku Timor Dawan hidup dari alam dan kembali ke alam. Adat Lol Ton/foa ton atau penyembahan ke semesta alam, mempunyai tujuan untuk datangkan hujan, dan minta kenyamanan dari semesta, saat sebelum langsungkan musim tanam dan musim panen. [/H3]

Filsuf Baruch De Spizona,”Manusia melihat satu substasi yang serupa dan satu yaitu Allah atau Alam.” Pasti suku Timor Dawan tidak belajar filsafat, apa lagi teori dari filsuf Baruch De Spinoza mengenai satu substasi semesta.

Hukum kausalitas di antara manusia dan alam, khususnya untuk ialah dalam adat,’Lol Ton’/foa ton’ (penyembahan ke semesta). Adat ‘lol ton’ adalah adat paling tinggi dalam menghargakan alam. Alam mempunyai posisi yang paling paling tinggi dari ideologi apa saja. Karena ideologi, memahami, tuntunan apa saja yang disembah oleh itu adalah hasil kerjasama di antara filsafat dan nilai estetik yang berjalan dalam masyarakt.

Kerjasama filsafat dan nilai estetik melahirkan totalitas pernyataan untuk tiap pada alam. Alam menggenggam kendalian kehidupan dan kematian manusia secara absolut. Misalkan gemba bumi, tsunami, tanah longsor, letusan gunung berapi, kelaparan, badai petir, banjir dan kejadian alam apa saja dapat dijauhi dengan menghargakan alam semeseta.

Penghargaan pada semestadapat dilaksanakan dengan lol ton. Tiap tahun melangsungkan adat lol ton (penyembahan ke semesta). Pola dari lol ton dapat pada keadaan apa saja. Di sini saya cuman konsentrasi mengulas adat lol ton.
[H3] Lol Ton (penyembahan ke semesta) umumnya dilaksanakan tiap mendekati musim tanam atau saat sebelum musim panen. [/H3]


[H3] Musim Tanam [/H3]

Suku Timor Dawan akan minta restu ke semesta, saat sebelum langsungkan musim tanam. Pasti polanya ialah minta semesta untuk datangkan hujan. Memang betul, sesudah mengurbankan salah satunya hewan opsi semesta, waktu itu juga hujan akan turun membasahi bumi. Terutamanya di Pulau Timor.

Aku Hanya Ingin Melihat Blue Fire di Kawah Ijen

Spot rekreasi yang membuat saya jatuh hati saat menyaksikan di posting Instagram beberapa pencinta Travel ialah ‘blue fire/api biru’. Saat itu juga jari-jemari saya berlarian melewati Google untuk cari sumber blue fire berada di mana? Sambil menyeduh satu cangkir kopi hangat pada senja hari, mata saya bertautan kuat dengan salah satunya spot bagus yang berada di teritori Rekreasi Gunung Ijen yang benar-benar populer di mana mana ya kan gan.

Gunung Ijen berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Rasa ingin tahu sudah bawa saya pada agen travel untuk nikmati servis ke arah tujuan gunung Kawah Ijen.

Senja sudah ditelan oleh malam, kabut malam temani saya untuk menelanjangi daya tarik Gunung Ijen. Khususnya rasa ingin tahu saya akan blue fire. Alamak, mata saya terbelalak, saat menyaksikan medan curam yang paling mengetes adrenalin untuk ke arah pucuk Gunung Ijen.

Situasi malam itu makin memikat saya. Karena mata saya tidak sepi dengan panorama cantik akan wisatawan luar negeri yang aduhai tingginya dan cantiknya seperti public figure Hailee Steinfeld. Panorama yang memikat, berbaluk kabut disempurnakan dengan bentuk badan aduhai sejauh pendakian ke arah pucuk gunung Ijen.

Rasanya dunia jadi punya saya. Anyway, sesudah capai pucuk Gunung Ijen, wewangian belerang makin menusuk tangkai hidung. Bahkan juga wewangiannya menembusi kehidupan beberapa pembersih uang negara.

Pucuk Gunung Ijen saat malam hari. Sumber; document individu

Satu kata yang keluar dari mulut saya ialah Cantik. Benar-benar cantik pemandangan gunung Ijen. Di atas pucuk Ijen, saya tidak sabaran untuk ke arah landasan samudera gunung Ijen. Maksudnya ialah nikmati blue fire, sama seperti yang ada dalam posting Instagram yang paling memikat isi dompet.

Detik-derik terbitnya blue fire di landasan gunung Ijen. Sumber; document individu

Sesudah melihat terbitnya blue fire pada pagi hari, saya balik ke pucuk gunung Ijen. Saat tangkai hidungku ada di pucuk gunung Ijen, Matahari menyongsong saya. Alangkah cantiknya cahaya mentari di atas pucuk Ijen.

[H3] Blue Fire (api biru) ialah magnet dari Rekreasi Kawah Ijen Banyuwangi, Jawa Timur. [/H3]

Pasar Perbatasan RI dan Timor Leste, sebagai Ajang Temu Kangen Sesama Suku Timor Dawan

Pasar ialah tempat berjalannya roda ekonomi satu bangsa. Kerja sama bilateral Pemerintahan RI dan Timor Leste, terutamanya di wilayah tepian desa halaman saya jadi sebagai gelaran bersilahturahmi antar sama-sama suku Timor Dawan yang sudah pisah semenjak tahun 1999. [/H3]

Secara ras, budaya, agama dan bahasa, warga Timor Barat yaitu, Kabupaten Timor-Tengah Utara dan kabupaten Belu tetap sama dengan rakyat Timor Leste. Pasti kecocokan ini jadi cikal akan ada kerja sama bilateral di antara Pemerintahan RI, terutamanya Kabupaten Timor-Tengah Utara (TTU) dengan Pemerintahan Timor Leste, terutamanya Oekusi.

Kerja sama dengan yang dibuat di antara ke-2 negara ialah buka pasar bebas di wilayah tepian. Kerja sama ini benar-benar memberikan keuntungan ke-2 negara. Karena kecuali kepuasan materi, ada kepuasan batin. Di mana, pasar jadi sebagai media,fasilitas tatap muka sama-sama keluarga yang sudah pisah dengan Pemerintahan RI semenjak 1999.

Tiap hari jumat dalam seminggu, Pemerintahan Kabupaten Timor-Tengah Utara (TTU) buka pasar bebas di wilayah tepian, terutamanya di dusun Napan sebagai gerbang ke arah Pintu masuk Negara Timor Leste. Rakyat ke-2 negara diberi kebebasan untuk sama-sama berkunjung, selama tidak melewati batasan garis yang sudah dipastikan oleh ke-2 negara.

Hari Jumat dilihat sebagai hari karena untuk masyarak tepian RI dan Timor Leste. Karena tiap hari Jumat, keluarga yang sudah lama pisah, sama-sama melepaskan rindu di tempat pasar.

Peranan pasar bukan hanya sebagai tempat berputar-putarnya roda ekonomi ke-2 negara. Tetapi, pasar jadi sebagai sarana tatap muka di antara sama-sama suku Timor Dawan yang sudah lama pisah. Sepanjang panca indara mata melihat, ada duka cita, kebahagiaan, keceriaan yang terpancar dari beberapa wajah. Atoin Meto ( Panggilan untuk orang Timor Dawan yang tempati tanah kering).

Pasar sebagai kenangan sama-sama suku Timor Dawan. Kenangan sama-sama suku Timor Dawan melahirkan rasa kemanusiaan yang melebihi metafisika waktu dan ruangan yang akan terbuka buat umum.

Warga suka, berbahagia dengan terbukanya sekat-sekat sosial antar ke-2 negara. Instrumen-instrumen negera terbuka lebar untuk nilai-nilai kemanusiaan di wilayah tepian RI dan Timor Leste.

Media Sosial Menjadi Tempat untuk Mendapat Perhatian

Bagaimanakah cara beberapa orang demikian gampang memperoleh perhatian dari beberapa orang sekelilingnya?, atau beberapa orang paling dekat?, atau dari warga banyak?. Penulis ingin memberikan penglihatannya, dan untuk lengkapinya dipersilakan ke anda untuk menambahnya walaupun cuman dalam pikiran saja.

Di sini kita tidak melihat dari derajat, sosialita, fisik atau agama, tetapi menyaksikan dari apa yang ada seorang saat ini.

Kita ialah manusia yang perlu tergabung pada suatu barisan etnik, satu suku atau kelompok yang anggotanya mengenali diri dengan sesamanya, atau barisan yang tergabung berdasar garis turunan yang serupa.

Selanjutnya kita tergabung kembali dengan warga yang yang lain berlainan budaya, sama-sama toleransi selanjutnya kita harus terlilit dalam sebuah warga nasional. Pada suatu warga, kita akan alami/jadi orang yang terkadang sendiri, terkucilkan, terasing, cuman dikenali, cuman dijumpai saja dan ada yang populer.

Sebagai proses, kita sebagai anggota warga adalah produk dari peraturan pemerintahan yang di menyengaja, supaya kita jadi aman, nyaman dan jadi sejahtera dalam bermasyarakat dan bernegara.

Mendapatkan perhatian dari banyak orang itu hanya sisi kecil dari kehidupan, tetapi bila dari perhatian itu kita mendapatkan pendapatan yang banyak, karena itu dia jadi sisi paling besar di kehidupan kita, seperti public figur.

Banyak pula beberapa orang tidak merencanakan jadi fokus perhatian selanjutnya dia jadi seorang yang populer. Umumnya karena tidak kesengajaan, karena orang yang lain menunjukkan photo/videonya ke sosial media atau karena dirinya yang menunjukkan videonya.

Videonya jadi selingan untuk seseorang, membuat orang ketawa suka dan mendapatkan simpati dari warga banyak. Sosial media saat ini bukanlah hal yang mahal, dan tidak cuma untuk barisan yang mempunyai strata sosial yang tinggi. Dia menjadi sisi keperluan semua manusia tanpa batasan umur.

Apa saja video yang trending umumnya memperlihatkan selingan semata-mata. Mereka memperlihatkan kepolosan/kelucuan/keceriaan yang bisa menarik orang untuk melihat videonya yang pada akhirnya dia jadi fokus perhatian.

Kepolosan/kelucuan atau keceriaan yang tidak disengaja atau disengaja ini akan sukses jikamana jumlahnya orang sudah menyaksikan videonya. Video yang trending ini menggerogoti semua susunan warga. Semua ingin menyaksikan, selanjutnya menyebar beberapa orang yang ingin populer dan banyak kepopuleran.

Ayo, Menulis dari Pekarangan

Patut saja pikirku, banyak rekanan Kompasianer pemula berasa kurang percaya diri. Baca judul-judul artikel yang wah di barisan AU dan Paling populer membuat mereka keder. Semangat menulis langsung luntur. Jari langsung layu, tidak dapat menekan papankunci gajet.

Manusiawi, bisalah dimaklumi. Kembali juga Admin K nampaknya benar-benar suka pada artikel mode wah begituan. Kawan-kawan yang menyukai pikirkan desas-desus mikro, remeh-temeh, kemungkinan lalu memikir, “Tidak ada tempat untuk penulis recehan di Kompasiana.” Jadilah mereka “balon kempes.”

Empati, itu yang ingin kubagikan pada rekan-rekan Kompasianer pemula. Tujuanku, penulis pemula sebagai Kompasianer pemula juga. Bukan penulis luar biasa yang baru tampil di K, lalu akui pemula.

Ini, Rekan-Rekan Pemula. Menulis itu tidak harus mengenai beberapa hal besar. Sama seperti yang umumnya tampil di kolom AU dan Paling populer itu.

Tidak, menulis itu mengenai soal-soal kecil. Masalah sehari-harinya dan masalah lingkungan rumahan yang paling mikro. Memang tidak wah, tapi juga bisa jadi wow. Seandainya dianggit dengan menarik, dengan pemikiran ciri khas, tidak untuk menjelaskan kenthir.

Mulai dengan ambil pekarangan rumah sebagai tempat gagasan. Dengan sedikit memikir inovatif, jika bukan kenthir, akan selekasnya terlihat benih-benih gagasan berkecambah di situ.

Nah, tinggal ambil satu benih gagasan tersebut lantas menumbuhkan jadi sebuah text tulisan. Dengan demikian, jadilah sebuah tulisan mikro yang unik. Masalah faedahnya, kata Daeng Khrisna, tidak perlu dipikir, berikan saja pada pembaca.

Saya berikan contoh, ya. Saya sering berkeliaran di pekarangan rumah Poltak, saudara kembarku. Nah, di situ saya mendapati banyak gagasan. Seolah pekarangan Poltak itu tempat pesemaian ide. Mengagumkan. Itu semua gagasan yang siap dibuat jadi text.

Demikianlah. Saya menyaksikan serumpun pohon pisang di pekarangan Poltak. Sesudah menyelisik asal mula dan pendayagunaan pisang itu, karena itu lahirlah tiga tulisanku mengenai mukjizat serumpun pisang. Tiga tulisan, Teman-Teman. Walau sebenarnya ini cuman masalah serumpun pisang. Pikir bila ada dua tiga rumpun pisang.

Lalu ada satu artikel paralelisme tikus celurut dengan koruptor, sama dungu. Gagasannya dari 6 ekor celurut yang masuk jebakan yang terpasang Poltak di pekarangan. Sama dengan tikus, koruptor tidak belajar pada perintisnya. Gagasan sahaja.

Kegiatan Mahasiswa KKN UPI dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Kampung Tangguh Nusantara

Kampus Pengajaran Indonesia (UPI) Bandung sekarang ini sedang mengadakan program Kuliah Kerja Riil (KKN) Tematik Penjagaan dan Pengendalian Imbas Covid-19. Aktivitas KKN Tematik UPI ini diadakan secara daring dan luring di periode wabah oleh beberapa mahasiswa UPI pada tempat tinggal setiap mahasiswa secara pribadi dan barisan yang menyebar di sejumlah propinsi.

Kuliah Kerja Riil (KKN) adalah program dedikasi ke warga di mana ini adalah isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kuliah kerja riil kesempatan ini tentu saja berlainan dengan Kkn beberapa tahun awalnya, di mana KKN tahun ini mahasiswa hadapi dengan Wabah Global yang menyebabkan semua aktivitas harus dilaksanakan lewat daring.

Kecuali dari program perkuliahan, aktivitas ini mempunyai tujuan untuk memberikan dukungan dan memperkuat program penjagaan dan pengendalian imbas Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintahan pusat dan wilayah. Disamping itu , UPI ingin menolong warga lakukan alih bentuk sudut pandang dan alih bentuk psikis dalam hadapi periode wabah yang tidak terpikirkan awalnya dengan. Smembuat warga yang inovatif, krisis, komunikatif, dan kolaboratif dalam situasi apa saja.

Tetapi ada banyak Program KKN UPI yang di pasarkan ke Mahasiswa yang memiliki sifat program harus terutamanya di Sektor Pengajaran. Namun yang saya mengambil di sini berlainan dari rekan-rekan lainnya, saya ambil aktivitas. KKN Sukarelawan yang sebenarnya ini aktivitas KKN Gelombang Pertama. Dan ada 3000 lebih mahasiswa UPI sekarang ini sedang melakukan. KKN di wilayahnya setiap. Sterhitung dari tanggal 16 November 2020 s/d 30 Desember 2020 an akan mengenai cinta dan restu orangtua.

Dalam aktivitas KKN ini saya masih jalankan program KKN seperti mestinya. Alhamdulillah bermacam program telah saya lakukan semaksimal kemungkinan. Program KKN yang saya lakukan sejauh ini cuman ada banyak dan. Sdi tolong oleh beberapa tokoh warga RW 05 dan kawan-kawan Karang Taruna RW 05.

Kebiasaan Menonton Film Action, Berujung pada Kasus Pencurian Motor

Ramainya perampokan sepeda motor (curanmor) di kota Metropolitan disebabkan karena permasalahan keuangan. Kecuali, permasalahan keuangan, ada satu faktor yang yang nyaris bahkan juga dilalaikan oleh tiap orang yaitu, rutinitas melihat film action. [/H3]

Satu bulan lalu, rekanan kerja saya kehilangan motor di Kota Tua Jakarta. Urutannya lebih kurang semacam ini, adik rekanan saya pinjam motor abangnya untuk nikmati akhir minggu di kota Jakarta, persisnya di kota Tua. Walau sebenarnya, kota Tua belum dibuka, sejak PSBB dari Pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Ternyata magnet kota Tua menggerakkan adik rekanan saya ini untuk ngotot ke Jakarta bersama kekasihnya. Kondisi adam – ayem sampai larut malam, kurang lebih jam 11.30 WIB. Adik rekanan saya ini pulang ke tempat tinggalnya di Rawa Bogor, Jakarta Barat. Anehnya, adik rekanan saya ini tidak bawa motor abangnya. Justru, dia diantarkan oleh Driver Grab.

Adik rekanan saya ini menangis histeris, sekalian mohon maaf ke abangnya. Karena motor abangnya dicuri oleh orang yang tidak dikenali. Rekanan kerja saya minta verifikasi ke adiknya.

Tetapi, adiknya tidak memberi keterangan secara detil dan terang. Rekanan saya berasa kesal dan geram dengan adiknya, tetapi dia tidak dapat melakukan perbuatan apa-apa. Karena dia benar-benar mengasihi adik bungsunya.

Keesokannya, rekanan saya pada tempat kerja minta dana untuk kami semua untuk menolong cari motornya. Ada beberapa rekanan kerja yang merekomendasikan untuk memberikan laporan kasus kehilangan ini pada pihak yang berwajib.

Tetapi, rekanan kerja ini berasa takut. Karena peralatan motornya, berbentuk STNK, SIM, Pajak telah mati. Pada akhirnya, dia tidak berani untuk menyampaikannya pada pihak berwajib. Kelak semakin susah kepentingannya. Jalan terbaik ialah kami menolong rekanan kerja ini untuk cari motornya.

Mendekati dua Minggu, dia mendapati motornya di salah satunya bengkel di wilayah Rawa Bogor juga. Dia berasa suka. Karena motornya telah diketemukan. Permasalahan baru tampil kembali, yaitu rupanya yang mengambil motornya ialah rekanan teman dekatnya.

Pikirkan seorang teman dekat seteganya lakukan hal tersebut? Irit kata, rekanan saya minta verifikasi ke teman dekatnya. Sempat memang terjadi bentrokan antar ke-2 nya. Tetapi, sukurlah, kondisi jadi kembali normal antara mereka.

Memodifikasi Monopoli sebagai Media Pembelajaran yang Menyenangkan di Masa Pandemi

Pantai Balekambang berada di bagian Malang Selatan. Memang tidak disangkal bahwasannya, daya tarik pantai Selatan yang dikenali dengan ombak yang garang, dibaliknya ada keelokan tanpa taranya di penjuru dunia mana saja.

So, pada adegan ini saya mengulik sekilas bagaimana perjalanan berlibur saya di pantai Balekambang, Malang Selatan. Ingat ya, pantai Balekambang, bukan kembang dusun, ya.

Perjalaan saya dari kota Malang ke arah sisi Selatan lebih kurang 3 Jam. Mesin cordoba 3 jam terasanya 30 menit. Karena sejauh perjalanan, mata saya tidak dapat menipu semesta. Alangkah cantiknya saya nikmati bentangan sawah yang cantik dan asri. Antara bentangan sawah dan beberapa pohon kelapa yang membubung tinggi ke angkasa, ada seorang anak manusia yang memadu aksara dalam menggambarkan ketakjubannya pada daya tarik alam Malang Selatan.
[H3] Cantik [/H3]

Kata cantik memperlihatkan info karakter. Alunan musik Jawa yang didengar syahdu dan cantik, menambahkan keceriaan saya pada pagi hari dalam menyelesuri labirin semesta ke arah pantai Balekambang. Saat mataku bertautan kuat dengan bukit-bukit yang mengapit cantiknya pantai Balekambang, hatiku jadi tenang dan tidak resah pikirkan banalitas hidup yang menjemukan. Saya bukan berfilsafat ya. Hanya mengutarakan ketakjuban saya pada keelokan semesta Pantai Balekambang.

Sebentar saya memperhatikan pergolakan adrenalin saya yang sama-sama berkejaran melewati cakrawala Pantai Balekambang. Saya lagi memikat keelokan pantai Balekambang dalam tiap tarikan aksara. Apa lagi, letak pantai yang ada di pegunungan, semakin menambahkan kebahagiaan saya. Berlibur saya benar-benar berarti.

Sumber; Wisatabagus.com;

Namanya pantai Selatan, jauh dari pemukiman rakyat. So, tidak ada kelirunya, kan, jika saat sebelum pergi ke pantai Balekambang, anda telah sediakan semua peralatan yang memberikan dukungan berlibur anda di sana.

Di tepi pantai Balekambang, ada satu bukit yang paling cantik untuk membagi beberapa pencinta photografer, dalam memburu beberapa foto yang cantik. Menariknya, di bukit itu ada Pura. Bagus, kan? Kecuali nikmati pantainya, kita nikmati rekreasi religius. Panorama pantai Balekambang, lebih kurang seperti panorama di Tanah Lot, Bali. Jika anda yang pernah berkunjung Tanah Lot, Bali tentu dapat mendeskripsikannya.

error: Content is protected !!