Pasar ialah tempat berjalannya roda ekonomi satu bangsa. Kerja sama bilateral Pemerintahan RI dan Timor Leste, terutamanya di wilayah tepian desa halaman saya jadi sebagai gelaran bersilahturahmi antar sama-sama suku Timor Dawan yang sudah pisah semenjak tahun 1999. [/H3]

Secara ras, budaya, agama dan bahasa, warga Timor Barat yaitu, Kabupaten Timor-Tengah Utara dan kabupaten Belu tetap sama dengan rakyat Timor Leste. Pasti kecocokan ini jadi cikal akan ada kerja sama bilateral di antara Pemerintahan RI, terutamanya Kabupaten Timor-Tengah Utara (TTU) dengan Pemerintahan Timor Leste, terutamanya Oekusi.

Kerja sama dengan yang dibuat di antara ke-2 negara ialah buka pasar bebas di wilayah tepian. Kerja sama ini benar-benar memberikan keuntungan ke-2 negara. Karena kecuali kepuasan materi, ada kepuasan batin. Di mana, pasar jadi sebagai media,fasilitas tatap muka sama-sama keluarga yang sudah pisah dengan Pemerintahan RI semenjak 1999.

Tiap hari jumat dalam seminggu, Pemerintahan Kabupaten Timor-Tengah Utara (TTU) buka pasar bebas di wilayah tepian, terutamanya di dusun Napan sebagai gerbang ke arah Pintu masuk Negara Timor Leste. Rakyat ke-2 negara diberi kebebasan untuk sama-sama berkunjung, selama tidak melewati batasan garis yang sudah dipastikan oleh ke-2 negara.

Hari Jumat dilihat sebagai hari karena untuk masyarak tepian RI dan Timor Leste. Karena tiap hari Jumat, keluarga yang sudah lama pisah, sama-sama melepaskan rindu di tempat pasar.

Peranan pasar bukan hanya sebagai tempat berputar-putarnya roda ekonomi ke-2 negara. Tetapi, pasar jadi sebagai sarana tatap muka di antara sama-sama suku Timor Dawan yang sudah lama pisah. Sepanjang panca indara mata melihat, ada duka cita, kebahagiaan, keceriaan yang terpancar dari beberapa wajah. Atoin Meto ( Panggilan untuk orang Timor Dawan yang tempati tanah kering).

Pasar sebagai kenangan sama-sama suku Timor Dawan. Kenangan sama-sama suku Timor Dawan melahirkan rasa kemanusiaan yang melebihi metafisika waktu dan ruangan yang akan terbuka buat umum.

Warga suka, berbahagia dengan terbukanya sekat-sekat sosial antar ke-2 negara. Instrumen-instrumen negera terbuka lebar untuk nilai-nilai kemanusiaan di wilayah tepian RI dan Timor Leste.