Tiap orang punyai permasalahan. Tiap permasalahan ada jalan keluarnya. Seringkali ada yang jadikan permasalahan sebagai pintu kesuksesan. Ada pula yang susah berkembang karena pengalaman traumatik dari permasalahan. [/H3]

Trauma karena ditipu oleh konsumen setia, teman dekat, kenalan, pasangan, dan ada banyak tipe trauma seperti kondisi tiap orang. Silahkan kita melihat makna trauma dari KBBI, yaitu:

  1. kondisi jiwa atau perilaku yang tidak normal sebagai akibatnya karena penekanan jiwa atau luka jasmani.
  2. Cedera berat

Sebagai contohnya, saya berusaha untuk mengembangkan teori ‘Psikoanalisis Klasik’ Sigmund Freud, terutamanya ‘Insting.’ Insting menyambungkan keperluan jasmani dan kemampuan pemikiran.

Ada 2 insting yang diberikan oleh Sigmund Freud, yaitu: Insting Hidup dan insting mati. Insting hidup fokus pada perkembangan dan perubahan. Sementara, insting mati maknanya secara tidak sadar meninginkan kematian. (Sumber dari materi kuliah Psikologi Semester 2, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang).

menarik kita telah mendapati benang merah di antara teori Sigmund Freud dan KBBI yakni; keperluan jasmani. Konflik di antara keperluan jasmani dan luka jasmani atau cedera batin bersumber pada ke-2 insting yang di atas.

Secara tidak sadar kita inginkan kematian pengalaman dari trauma atau beberapa masalah yang kita menghadapi tiap hari. Orang yang tetap memiara permasalahan dan tidak cari jalan keluar terpusat pada insting kematian.

Mengakibatkan, dia terjerat dengan kondisi dan dirinya. Hidupnya cuman stuck/terjerat/berputar-putar di lingkaran maut itu. Pada akhirnya, pernyataan yang sering tampil dari orang yang berkaitan ialah, ya biarlah. Berikut nasib saya yang telah ditakdirkan semacam ini. Lebih persisnya, hidupnya tidak fokus pada perkembangan dan perubahan.

Lain kasus sama mereka yang mempunyai insting hidup. Di mana, mereka menyaksikan permasalahan sebagai kekuatan untuk berkembang dan berkembang. Pemikiran/pola pikir beginilah yang diperlukan oleh bangsa Indonesia sekarang ini.

Di tengah-tengah kritis identitas bangsa, karena Wabah Covid-19, beberapa orang alami keruntuhan psikis (trauma, luka jasmani, cedera berat) dari tiap cerita yang menghasut, menakuti warga, dan lain-lain. Sepanjang kita melihat dan memperhatikan sekitar lingkungan, ada beberapa ribu orang yang terperosok ke insting kematian. Lebih persisnya untuk warga kecil yang selalu diteror dengan beberapa narasi yang tidak sahid dari media.